Friday, May 17, 2013

Mau Punya "Side Job"? Coba Profesi Ini

Ingin punya double job untuk menambah pemasukan? Atau ingin bekerja dari rumah sebagai freelancer? Kenapa enggak. Berikut ini beberapa profesi yang bisa kita coba. Simak ya!

Penulis
Menulis bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Bila Anda punya kompetensi untuk menulis, coba deh "sumbang" tulisan untuk majalah. Honor untuk satu artikel berkisar Rp 250.000-Rp 400.000 tergantung seberapa banyak dan sulitnya tulisan. Apalagi bila kita menulis untuk rubrik travelling ke luar negeri. Dilengkapi dengan dokumentasi foto? Bisa dihargai sekitar Rp 500.000-Rp 1.000.000.

Fotografer atau videografer
Mengembangkan talenta dalam mengabadikan momen penting juga bisa jadi profesi yang menjanjikan. Bermodal skill fotografi, kamera, dan kemampuan mengedit foto, ada banyak peluang yang bisa diambil, baik menjadi freelancer di majalah, fotografer perkawinan, fotografer event, maupun videografer.

Penerjemah atau editor buku
Banyak buku asing yang perlu diterjemahkan, mulai dari buku pelajaran, novel, ataupun komik. Untuk penerjemah, biasanya honor dihitung per halaman dan bisa dilakukan di mana saja. Lumayan lho menambah uang jajan untuk liburan.

Stylist atau makeup artist
Jago dandan? Kita bisa mengikuti kursus singkat dan mengambil sertifikasi menjadi makeup artist. Pekerjaannya mulai dari rias pengantin hingga model. Honor untuk sekali makeup berkisar antara Rp 300.000-Rp 500.000, tergantung skill yang dimiliki.

Pengusaha
Bila kita punya talenta untuk menciptakan sesuatu, seperti membuat pernak-pernik, perhiasan, atau cookies, kita bisa lho membuka bisnis sendiri. Sangat mungkin menjadikan pekerjaan ini sebagai profesi kedua. Dan teman kantor bisa menjadi target pembeli utama.

Desain grafis
Termasuk web designer. Peluang kerjanya cukup luas, tak hanya terbatas pada layout majalah atau brosur, tetapi juga pembuatan logo dan mempercantik tampilan situs web, yang bisa dilakukan di rumah. Untuk melebarkan sayap, kita bisa lho ikut kontes desain dan menjaring networking agar karya kita makin dikenal.

Admin web atau media sosial
Siapa bilang nge-tweet enggak bisa jadi profesi menjanjikan? Banyak brand yang membutuhkan admin untuk mengelola situs web ataupun media sosial seperti Twitter dan Facebook. Untuk admin Twitter, biasanya honor dihitung dari banyaknya tweet yang kita posting.

Masih banyak pekerjaan lain yang memungkinkan kita kerja dari rumah atau tak harus terikat di kantor. Baik dalam dunia seni, IT, arsitek, maupun musik. Yang pasti, tak ada pekerjaan yang tak mungkin kita geluti bila sungguh-sungguh memperjuangkannya. Yuk, kerja dari rumah.

(Kompas.com - 17 Mei 2013)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, May 14, 2013

Disiplin Tak Boleh Karena Terpaksa

Kita tentu pernah mendengar orang tua kita menasihati, bahwa ketekunan akan membuahkan hasil. Artinya, sesuatu yang dikerjakan terus-menerus, konsisten dan tanpa lelah, pasti akan memberi hasil nyata. Ayah saya bahkan pernah berkata, "Jadi tukang las pinggir jalan pun, asal tekun, pasti bisa hidup layak".

Di jaman yang berubah-ubah dan penuh turbulensi seperti sekarang ini, di mana ketidakjelasan waktu, lalu lintas, dan cuaca semakin sulit diprediksi, kita cenderung mulai melupakan sikap mental tekun dan konsisten ini. Kita mudah membatalkan janji. Kita mudah beralasan untuk tidak berolahraga 4 kali seminggu. Kebiasaan untuk membaca buku, yang kita yakini sebagai keharusan, bisa kita tinggalkan karena "tidak sempat". Menunda sudah menjadi hal yang terlalu biasa.

Dalam setiap forum diskusi, saat seorang olahragawan ditanya mengenai apa yang membuat ia bisa meraih kemenangan dan tidak putus asa saat sedang kalah pertandingan, kita akan mendengar jawabannya adalah ketekunan dalam berlatih. Tidak mungkin ia memenangkan laga bila tidak melakukan latihan secara teratur. Melalui latihan, para olahragawan ini bukan hanya menumbuhkan rasa percaya diri, tapi juga kerendahan hati saat menghadapi lawannya.

Disiplin latihan tidak hanya membentuk kekuatan fisik, tapi juga kesiapan mental untuk menghadapi hal-hal yang tidak sesuai harapan, dan bangkit dari kegagalan. Tengok saja betapa pasukan elite tentara berlatih jauh lebih keras dan lebih banyak daripada pasukan biasa. Ternyata, prinsip untuk mengambil action yang teratur dan konsisten, tidak lekang jaman, masih dibutuhkan, bahkan tidak bisa ditawar-tawar.

Kita selalu bertanya-tanya, apa rahasia perusahaan yang bisa bertahan menghadapi turbulensi, kekacauan, dan krisis. Dalam buku terakhirnya, Great By Choice, Jim Collins dan Morten Hansen mengungkapkan jawabannya terhadap pertanyaan tersebut, melalui riset yang berlangsung selama 9 tahun.

Ternyata, salah satu hal utama yang dilakukan perusahaan ini adalah disiplin yang fanatik dalam menjalankan program, komitmen, dan action plan. Mereka sangat setia pada tujuannya, konsisten melakukan apa yang telah disepakati, tanpa peduli perubahan situasi. Seolah-olah situasi "on-off" tidak diperhitungkan. Bahkan, yang sangat mengejutkan juga, hasil penelitian mengatakan bahwa kesuksesan organisasi ini tidak bergantung pada kepemimpinan perusahaannya.

Ini yang menjawab pertanyaan, mengapa Southwest Airlines melegenda karena kemampuannya melalui krisis, tetap jaya walaupun pemimpinnya sudah berganti. Di Southwest Airlines, pada saat krisis, pemimpin perusahaan tetap fokus dan semakin menekankan: "Doing the 'right thing' for their customers, employees, and stakeholders", tanpa peduli kesulitan lain.

Karena sikap dan willpower inilah mereka sukses. Jadi, banyak sekali bukti bahwa bila kita melakukan "fighting well" secara konsisten, kita lebih kuat, lebih bisa mengatur enerji, dan lebih sehat mental.

Disiplin: konsistensi tindakan
Dalam buku Great by Choice, Jim Collins juga membandingkan dua kelompok pengembara Arctic. Kelompok pertama berdisiplin berjalan 20 mil perjam, secara teratur, tidak kurang tidak lebih. Sementara kelompok kedua, kecepatan berjalannya tergantung cuaca. Pada cuaca yang baik mereka berjalan lebih banyak, sementara bila cuaca sulit, mereka beristirahat.

Hasilnya, kelompok yang disiplin, konsisten dengan komitmennya, bisa bertahan dan lebih cepat mencapai tujuan. Dengan perkataan lain, kita tidak perlu menunggu sampai kondisi memudahkan kita untuk bergerak, tetapi justru kita perlu maju terus ke depan, apapun yang terjadi.

Banyak orang mengaitkan kedisiplinan dengan kemiliteran dan olah raga. Bahkan banyak yang merasa bahwa kedisiplinan hanya cocok untuk kegiatan-kegiatan yang didominasi kepatuhan. Padahal, sudah banyak bukti bahwa sekelompok orang tidak mungkin bisa menjaga konsistensi kegiatannya, bila kedisiplinan itu tidak ada dalam kesadaran dirinya sendiri.

Disiplin adalah sekadar konsistensi tindakan, yang sudah dijanjikan oleh seseorang pada dirinya sendiri. Perlu kita akui bahwa menjaga konsistensi tidaklah mudah. Bisa kita bayangkan beratnya melawan perasaan malas untuk bangun pagi, apalagi di hari libur, cuaca mendung, atau saat kita belum puas tidur. Begitu juga saat kita tengah berpuasa atau berdiet, melihat orang lain makan makanan yang membangkitkan air liur membuat kita kadang "goyah" dengan komitmen dan tujuan kita.

Ada rasa tidak nyaman dalam berdisiplin, yang selalu harus kita kalahkan, di mana kita harus "melakukan" sesuatu padahal kondisi tidak nyaman, dan kita harus "menahan" untuk tidak melakukan  sesuatu dalam kondisi yang nyaman. Hal inilah sesungguhnya yang membuat individu kuat.

Budaya disiplin
Budaya disiplin tentunya dijalankan oleh manusianya. Hal yang paling mudah dilakukan adalah mengumpulkan manusia dengan self-discipline yang tinggi. Bila hal ini belum mungkin tercapai, maka perusahaan atau lembaga perlu melakukan kampanye agar setiap individu mendefinisikan, membuat janji, dan mengontrol dirinya sendiri, sesuai target organisasinya.

Karena itu, kita perlu untuk merefleksikan kembali, apa-apa saja tindakan yang harus kita jaga kedisiplinannya. Misalnya, sebuah perusahaan supply barang bisa mendisiplinkan komunikasi yang lancar. Tidak ada rapat yang tidak di-follow  up, tidak ada email yang tidak dibalas, tidak ada notulen yang tidak terkirim, tidak ada skedul yang tidak ter-update. Bila kedisiplinan ini membudaya, bukankah sebagai pelanggan kita segera merasa ingin selalu berhubungan dengan perusahaan seperti ini?

Bukan hanya tindakan yang didisiplinkan, pemikiran pun harus didisiplinkan. Kita tentu tahu bahwa tumbuhnya sebuah ilmu pun asalnya adalah dari disiplin ilmu tersebut. Artinya, ilmu adalah jawaban terhadap pertanyaan, yang sudah terjawab berulang-ulang, sehingga bisa diramalkan hasil akhirnya.

Disiplin pemikiran dalam satu budaya perlu diwarnai cara memandang "brutalfacts" sebagai studi kasus, tantangan, dan bukan ajang membela diri dan menghindar. Dialog, debat, bedah kasus, harus menjadi disiplin cara pikir, sehingga organisasi siap bergerak maju, tanpa harus menunggu timing yang tepat.

Terakhir, disiplin hanya akan terlihat melalui tindakan yang konsisten yang datang dari kombinasi kebebasan tingkah laku dan tanggung jawab. Bukan keterpaksaan. Tangan harus kotor. Details harus diperhatikan dan ditekuni. Seperti kata para pakar: "Things get uphill pretty quickly. Proper discipline makes the climb slow and steady to make sure things get done."

(Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)
(Kompas.com - 14 Mei 2013)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, April 30, 2013

7 Cara Jadi Semangat Tiap Pagi

Jangan memulai hari Anda dengan stres. Sejumlah motivator dan konsultan ahli punya berbagai trik untuk membuat Anda selalu bersemangat setiap pagi. Apa saja?

Bangun tanpa terpaksa. Sebagian besar dari kita menyiasati bangun pagi dengan alarm yang berbunyi kencang di dekat telinga. Yang ada kita bangun untuk mematikan bunyinya, lalu tidur lagi. Efeknya bangun pagi jadi hal yang tidak mengenakkan. Kenapa tidak mencoba apa yang dilakukan Lev Natan, life coach, dan konsultan ahli di The Medicine Tree Centre, Hudson Valley, New York ini?

"Saya bangun dengan bunyi melodi alam yang secara berangsur-angsur membuat saya bersemangat," ujarnya. Lev juga punya daftar urutan lagu yang menstimulasi tubuhnya untuk "bangun". Dimulai dengan lagu nada flute, ketukan, lalu makin kencang. Daripada memasang alarm tepat pukul 0.007 dengan bunyi yang memekakkan telinga, lebih baik mencoba cara ini.

Punya satu pertanyaan. Begitu bangun, cobalah tanya diri sendiri apa yang dirasakan dalam hidup? Lalu buat skala jawaban dari 1 hingga 10 dengan urutan, "hidup saya menyedihkan", atau "hidup ini indah dan saya menyukainya!". Strategi ini diterapkan Samantha Sutton, life coach Handel Group, New York. Kata dia, jika skornya di bawah delapan, maka ia akan menelepon seorang teman yang diyakini dapat memberi saran dan memotivasinya. Jika skornya sembilan atau sepuluh, maka dia akan berdiam sebentar menikmatinya.

Ingatkan diri sendiri. Setiap bulan Januari di awal tahun, Janet Harvey, life coach di Edmonds, WA, selalu membuat pernyataan penyemangat yang kemudian ia tuliskan di kartu. Meski sekarang tidak lagi Januari, tapi belum terlambat untuk memulainya. Harvey menggunakan "tanda penyeimbang" lewat kartu-kartu ini untuk mengingatkan dirinya sendiri akan apa yang ingin dijalaninya. Apa yang benar-benar dibutuhkan selama satu tahun, dan bagaimana menolak permintaan yang sekiranya tidak begitu dia inginkan untuk dijalani. Setiap pagi, dia akan melihat kartu-kartu ini dan jurnal agenda kegiatannya.

Lihat papan visi. Jairek Robbins, life coach dari perusahaan Jairek Robbins Companies, punya rutinitas yang membuatnya bersemangat setiap hari; yakni melihat ke papan visi atau vision board yang berisi apa saja impian yang ingin dicapainya. Setidaknya dia menghabiskan waktu satu menit untuk menatap papan visi yang berisi macam-macam, dari potongan majalah, kata mutiara, foto-foto, dan ilustrasi yang menampilkan harapan yang ingin dicapainya.

"Ada foto sebuah tempat yang suatu hari ingin saya kunjungi, seperti Machu Picchu dan Gunung Kilimanjaro, beberapa target bisnis, serta berapa orang yang ingin saya bantu tahun ini," ujarnya. Papan visi ini intinya memotivasi dan memberi inspirasi. 

Manjakan diri. Ada kalanya kita memulai hari dengan sedikit memanjakan diri. Seperti yang dilakukan Jennifer Voss, life coach di Martha Beck, Inc., yang selalu menghabiskan waktu sebentar bersama putrinya, Alex, yang berusia 18 tahun. "Kami selalu memulai hari dengan membuat sarapan dan menikmati smoothies di pagi hari," ujarnya. Hal ini menjadi penyegar, tidak hanya secara fisik tapi juga mental dan menjadi tradisi pagi yang membantu satu sama lain.

Membaca buku motivasi. Apakah Anda termasuk salah seorang yang paling cepat bangun pagi dibandingkan orang rumah lainnya? Debra Hickok, life coach dari Boston, selalu berangkat ke kantor lebih awal lalu menutup pintu ruang kerja dan mencari tempat yang nyaman untuk membaca. Debra menghabiskan waktu lima sampai 10 menit untuk menikmati buku berisi motivasi atau seputar filosofi, dan buku sajak. Salah satu favoritnya adalah The Book of Awakening oleh Mark Nepo yang setiap halamannya seolah panduan menjalani hari-hari dalam satu tahun. Favorit lainnya adalah karya Eckhart Tolle, Brene Brown, Rumi, and Pema Chodron. Buku-buku ini menginspirasi dan menjadikan dia lebih bersemangat setiap pagi.

Fokus pada target harian. Seberapa sering Anda membuat daftar agenda yang berisi to-do-list atau yang harus dilakukan dalam satu hari? Jika jawabannya tidak pernah, maka cobalah tip dari Susan Fox, life coach dari A.I.M High Coaching. Setiap pagi, dia membuat tujuan atau target harian hingga sangat detail. Di samping menuliskan apa yang harus dilakukan pada hari itu, ia juga merunutkannya secara spesifik. Misalkan, dari "membuat rencana bisnis", menjadi "detail akhir rencana bisnis dan mengirimkannya ke 10 orang". Dengan begitu dia bisa lebih mudah dan fokus.

 (Kompas.com, 30 April 2013)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, April 09, 2013

Langkah Mengembangkan Integritas Pribadi

Setiap orang perlu membangun integritas dirinya, agar dapat membangun integritas kelompok dan organisasi di mana ia berada. Kalau hal ini dilakukan, pada gilirannya akan dapat pula menyumbang ke arah pembentukan integritas masyarakat secara luas.

Bagaimana mengembangkan integritas pribadi? Beberapa langkah sederhana di bawah ini dapat menjadi pertimbangan bagi Anda dalam mengembangkan integritas pribadi:

1. Berbicara Sesuai Kenyataan
Dari berbagai pengalaman bertemu dan berinteraksi dengan berbagai kalangan, saya belajar bahwa secara praktik nyata seseorang yang pernah berbohong, ingkar janji, atau pernah mengkhianati kepercayaan orang lain, itu disebut pribadi yang tidak jujur dan tidak memiliki integritas. Hal ini sejalan dengan pandangan agama yang menyatakan bahwa orang munafik itu memiliki tiga ciri utama, yakni:
•Apabila berbicara, ia bohong.
•Apabila berjanji, ia ingkari.
•Apabila diberi kepercayaan atau amanah, ia berkhianat.

Karenanya, untuk membangun integritas pribadi dalam pekerjaan, hindari tiga hal tersebut, seperti berbohong, mengingkari janji, dan mengkhianati kepercayaan yang diberikan. Berbicaralah hanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Memang diperlukan keberanian untuk mengungkapkan segala sesuatunya sesuai dengan kenyataan yang ada, terutama pada hal-hal yang bisa saja tidak mengenakkan.

2. Memenuhi Sesuai Apa yang Dijanjikan
Orang yang memiliki integritas selalu melakukan sesuai dengan apa yang dijanjikannya. Dengan demikian, hindari untuk menjanjikan apa yang tidak dapat Anda lakukan, agar terhindar dari tindakan tidak menepati janji. Lebih baik menjanjikan dengan apa yang bisa Anda lakukan, sehingga dapat menjadi pribadi yang selalu menepati janji.

Pribadi yang memiliki integritas adalah pribadi yang selalu menepati janji yang telah dibuatnya. Ketika ia memberikan janji, ia sudah memperhitungkan hal itu sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Ia akan bersungguh-sungguh memenuhi apa yang sudah dijanjikannya kepada orang lain.

Dalam aplikasi nyata dalam pekerjaan, berarti dituntut untuk senantiasa melaksanakan sesuai dengan apa yang sudah dijanjikannya, baik dalam hubungan dengan sesama rekan kerja, kepada atasan, kepada bawahan, ataupun kepada supplier dan konsumen.

3. Konsisten dalam Perkataan dan Perbuatan
Mereka yang dapat menjaga konsistensi antara perkataan dan perbuatan memiliki karakter terpuji. Kenyataan ini menunjukkan bahwa integritas adalah salah satu karakter terpuji. Berusaha menjaga konsistensi antara pikiran, perkataan, dan perbuatan merupakan salah satu cara membangun integritas pribadi. Pada akhirnya akan memiliki karakter terpuji secara konsisten dalam seluruh aspek kehidupan.

Menjadi seseorang yang memiliki integritas tinggi diperlukan komitmen untuk menjaga konsistensi antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dapat selalu menepati janji sesuai dengan apa yang disampaikannya dalam perkataan dan tindakan. Tidak kalah penting adalah dapat memegang teguh amanah dari orang lain.

(Kompas.com - 9 April 2013)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, April 05, 2013

6 Langkah Menjadi Diri Sendiri

Orang kerap memberi saran, "just be yourself" atau "jadilah diri sendiri". Kedengarannya memang gampang, tapi bagaimana caranya? Nah, itu yang susah. Robert Kelsey, penulis buku What's Stopping You Being More Confident?, mengungkapkan bahwa menerima diri sendiri adalah langkah pertama bagaimana kita bisa menjadi diri sendiri. Tidak hanya itu, ada lima langkah lainnya yang patut dicoba.

1. Menerima diri sendiri apa adanya
Kata Robert, langkah ini menjadi penting dan berada di urutan pertama karena membenci diri sendiri tidak pernah ada baiknya. Langkah ini ada di urutan pertama agar kita bisa menentukan poin-poin penting menemukan kelebihan yang ada di dalam diri. Ada orang yang butuh waktu bertahun-tahun untuk menemukannya, ada juga yang mencoba terus dan fokus sehingga bisa lebih cepat menemukan kelebihan dalam dirinya. 

Dalam prosesnya bisa dibilang masa uji coba, seringkali kita trial and error dengan pengalaman. Dari sana kita bisa berhadapan pada kondisi di mana kita harus menerima diri sendiri. Jika sudah berhasil rasanya akan lebih nyaman, ikhlas, dan jauh dari rasa stres.

2. Jangan mengeluh
Tidak populer sewaktu di sekolah? Abaikan. Jangan menaruh perhatian dan berkeluh-kesah akan hal yang tidak penting. Lebih baik beri kesempatan pada diri sendiri untuk bertumbuh dan menentukan batasannya sendiri. Anda yang dulu tidak akan sama dengan Anda 15 atau 35 tahun setelahnya. Jadi belajar dari kesalahan dan teruslah melangkah menjadi lebih baik.

3. Berhenti menyiksa diri sendiri
Membandingkan diri dengan orang lain itu sama artinya dengan menyiksa diri. Berhentilah dan lihat kelebihan yang ada. Karena apa yang menjadi kelebihan orang lain belum tentu cocok untuk kita. Biarkan orang menjadi dirinya sendiri, dan Anda menjadi diri Anda sendiri juga. Tidak ada gunanya iri atau cemburu dengan apa yang orang lain miliki. Menjadi jujur akan memberi efek positif pada kepribadian, dan itu penting.

4. Kita tidak akan bisa menyenangkan semua orang
Perlu dicatat bahwa kita tidak akan bisa membuat semua orang senang dengan kita, tentunya ada satu atau dua yang akan membenci kita. Bahkan ada orang yang membenci tokoh-tokoh besar seperti Dalai Lama atau Aung San Su Kyi, meskipun ia juga sangat dikagumi orang lain. Hal pentingnya, berhentilah berusaha untuk selalu tampil seperti yang diinginkan orang lain hanya untuk membuat mereka senang. Tapi jadilah apa adanya, dan biarkan mereka menerima Anda demikian adanya. Berpura-pura menjadi orang lain untuk bisa diterima hanya akan melelahkan Anda saja.

5. Menerima hal negatif yang ada dalam diri
Ketika ada seseorang yang tidak suka dengan Anda, terimalah dan jangan bereaksi berlebihan. Menurut Robert, memang pada kenyataannya akan ada satu atau dua orang yang merasa insecure atau tidak menyukai keberadaan Anda, tapi biarkan saja, jangan terlalu diambil hati. Tetap fokus meningkatkan kemampuan diri menjadi lebih baik.

6. Sediakan waktu khusus untuk menemukan diri sendiri
Waktu khusus ini bisa dibilang sebagai "me-time", atau waktu menyendiri tanpa ada orang lain. Tujuannya bukan berarti senang-senang sendiri, tapi gunakan untuk menemukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan butuhkan. Kesibukan dengan pekerjaan, keluarga, dan teman, kadang membuat kita lupa menyediakan waktu untuk diri kita sendiri.

Secara sederhana, menjadi jujur dan mencintai apa yang kita lakukan akan membuat Anda menjadi diri sendiri dan pribadi yang menyenangkan buat orang lain.
(Kompas.com, 5 April 2013)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, March 18, 2013

5 Langkah Capai Kerja Optimal

Kesuksesan seseorang dalam berbagai bidang ternyata dapat dicapai dengan mengikuti lima langkah dasar ini. Selain berguna meningkatkan produktivitas kinerja individu, lima langkah dasar ini juga akan membantu tim bekerja optimal.

Pakar bidang Knowledge Management, James Van Der Westhuizen, mengatakan bahwa untuk meraih keberhasilan di bidang usaha ada berbagai kompetensi yang mesti dikembangkan. Namun tanpa strategi yang tepat, kompetensi yang ingin dicapai tidak akan bisa terpenuhi.

"Harus ada strategi yang tepat untuk meraih kompetensi dan hasil yang diharapkan," kata Van Der Westhuizen saat acara Indonesian MAKE Study 2013 di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Langkah pertama yang sebaiknya diambil adalah membuat skala prioritas yang tepat. Dengan mulai menyusun skala prioritas ini, maka seseorang dapat berkonsentrasi pada hal yang terpenting sehingga tujuan yang dicapai dapat terpenuhi sesuai dengan deadline yang ditentukan.

Selanjutnya, langkah kedua adalah berani berbagi dengan rekan kerja. Hal ini umumnya jarang dilakukan karena masing-masing orang menyusun prioritas agar terlihat menonjol bukan untuk meningkatkan kinerja tim. Akibatnya, hasil yang diharapkan tentu saja tidak akan tercapai.

"Dari kecil kita diajari untuk mengerjakan semuanya sendiri. Contohnya ujian. Namun saat bekerja itu tidak bisa seperti itu. Dalam sebuah tim, penting bekerjasama dan bukan berkompetisi dengan sesama anggota tim," jelas Van Der Westhuizen.

Langkah ketiga adalah bersiap untuk tantangan tak terduga. Dalam perjalanan sebuah pekerjaan tentu tidak akan semulus yang dibayangkan. Untuk itu, tidak ada salahnya bersiap akan kemungkinan terburuk sehingga saat itu terjadi, anda dan tim kerja sudah tahu rencana pengganti yang akan diambil untuk mengatasinya.

Kemudian langkah keempat adalah disiplin pada diri sendiri. Saat ini gangguan terbesar saat bekerja adalah keberadaan teknologi. Bukannya fokus menyelesaikan tugas, seseorang biasanya malah asyik untuk berbalas pesan di Yahoo Messenger atau membuka facebook atau malah sibuk memperbarui status di twitter.

"Jika ingin mendapat hasil optimal maka disiplin untuk tidak mengindahkan notifikasi yang masuk. Atau dimatikan saja terlebih dahulu agar produktivitas terjaga," ungkap Van Der Westhuizen.

Yang terakhir, tentu saja bekerja sesuai porsi. Keinginan untuk mencapai target yang maksimal terkadang membuat seseorang lupa untuk beristirahat atau rehat sejenak agar energi yang dibutuhkan dapat kembali lagi. Padahal terlalu keras bekerja juga dapat mengakibatkan hasil yang dicapai tidak optimal karena fisik dan otak tidak lagi mendukung sehingga tidak konsentrasi dan muncul banyak kesalahan.

"Ambil rehat sejenak. Energi tidak bisa dieksploitasi berlebihan. Efeknya justru tidak baik bagi anda dan tim," tandasnya.
(Kompas.com - 18 Maret 2013)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, March 05, 2013

5 Jurusan Pencetak Pemimpin Masa Depan

Untuk menjadi pemimpin di bidang pemerintahan atau politik, banyak yang langsung mengambil keputusan untuk menempuh studi di jurusan ilmu politik saja. Padahal, jurusan-jurusan lain juga berpotensi mencetak para pemimpin bangsa dan negarawan.

Di jurusan-jurusan ini, kemampuan seseorang untuk menjadi pemimpin di bidang pemerintahan dan politik juga diasah dengan baik. Ini dia lima jurusan yang bisa dijadikan pilihan apabila tertarik berkarier di dunia pemerintahan dan politik, tentu saja selain jurusan ilmu politik.

1. Ekonomi
Sebagai calon pemimpin, tentu harus paham mengenai masalah ekonomi, baik mikro maupun makro, sehingga dapat mengetahui langkah apa saja yang akan diambil untuk mengembangkan ekonomi negara atau daerah. Hal ini dibuktikan oleh beberapa tokoh yang merupakan ahli ekonomi, tapi berhasil menjadi pemimpin di suatu negara, seperti Perdana Menteri Italia Mario Monti dan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper.

2. Filsafat
Siapa bilang ilmu filsafat tidak dapat memiliki masa depan gemilang? Justru ilmu ini yang merupakan dasar dari berbagai ilmu yang ada. Pemikiran yang biasanya berbeda dari orang kebanyakan, membuat lulusan ilmu filsafat memiliki daya saing yang lebih dibandingkan lulusan jurusan lain untuk menjadi salah satu pemimpin masa depan. Salah satu alumnus yang berhasil berkarier di bidang pemerintahan adalah Perdana Menteri Inggris David Cameron.

3. Hukum
Jurusan yang berpotensi melahirkan pemimpin masa depan adalah jurusan hukum. Sebagai pemimpin, tentu saja kemampuan memahami aturan hukum dan menegakkannya sangat dibutuhkan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa orang nomor satu di negaranya yang berasal dari jurusan hukum, yaitu Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

4. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Jangan salah, lulusan ilmu pasti seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam juga memiliki potensi besar untuk sukses di bidang pemerintahan dan mampu menjadi salah satu pemimpin masa depan. Contoh saja Kanselir Jerman Angela Merkel yang bergelar doktor jurusan kimia dan Sekretaris di bidang energi Amerika Serikat Steven Chu yang bahkan berhasil meraih penghargaan Nobel bidang ilmu fisika.

5. Teknik
Jika tadi ilmu matematika dan pengetahuan alam, maka jurusan terakhir ini juga tidak disangka mampu melahirkan pemimpin masa depan. Kemampuan lulusan jurusan ini dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur yang baik bagi perkembangan sebuah kota atau negara, sehingga akan mendongkrak perkembangan ekonomi. Contoh paling dekat adalah Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Hermanto Dardak yang berasal dari Institut Teknologi Bandung dan mantan Presiden China Jiang Zemin yang merupakan lulusan teknik elektro.

 (Kompas.com - 4 Maret 2013)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, February 21, 2013

Tips Sukses Jadi Bos Baru

Mendapatkan promosi naik jabatan tentu merupakan pencapaian dan prestasi dalam karier. Anda punya tanggung jawab baru, dan untuk bisa menjalankannya dengan lancar, perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Hubungan Baik

Bila sejak awal hubungan Anda dan anak buah sudah akrab, jadikan ini sebagai modal, sebagai aspek positif yang bisa terus Anda bina. Bila hubungan sudah baik, biasanya teman-teman Anda akan percaya dengan ketulusan dan kapabilitas Anda, sehingga mereka akan cenderung bersikap kooperatif dan mendukung.

2. Tegas soal deadline

Bila dalam suatu kondisi, bawahan menampilkan kinerja yang kurang pas, semisal tidak berhasil memenuhi deadline, maka Anda pun tetap bisa mengingatkan, menegur mereka dengan cara yang pas, sesuai kondisi setiap orang terkait dengan situasi yang sedang mereka alami.

3. Ajak berpikir global

Bila deadline masih juga mentok, ajak mereka berpikir global. Misalnya, jika Anda bekerja di divisi public relations, sebagai PR person ingatkan kembali bahwa seseorang "diharuskan" senantiasa rendah hati, luwes dalam bergaul. Karena perlu melayani keinginan beragam user dengan beragam gaya dan sifat user tersebut. Sekiranya satu dealine tidak terpenuhi, maka ada peluang klien akan kecewa, sehingga hubungan yang selama ini bisa terganggu. Dan bila klien sudah tidak percaya, program-program yang dijalankan oleh divisi PR berpeluang kurang berhasil, karena kurang mendapat dukungan optimal dari klien maupun pihak terkait. Sebaliknya, bila PR person dapat melayani dengan baik kebutuhan klien atau pelanggannya, maka hubungan interpersonal dengan mereka juga bisa terbina baik, kepercayaan meningkat, sehingga melancarkan pelaksaan tugas maupun pemenuhan target.

4. Tidak perlu bossy

Cukup berikan gambaran umum pada mereka, apa saja manfaat positif bila mereka memenuhi kinerja dengan baik, manfaat yang khas pada setiap orang. Misal, direksi menjadi lebih mendengar dan memerhatikan prestasi kerja mereka, lebih terbuka peluang promosi, terbuka peluang mengerjakan program mearik, baik di unit kerja saat ini maupun unit kerja lain, bahkan ke luar negeri- tergantung struktur organisasi yang ada.

5.Rendah hati

Tetap menjadi pribadi yang mudah didekati peduli pada tim kerja, sigap menyiapkan data serta fasilitas yang diperlukan. Rajinlah memotivasi anak buah, agar mereka senantiasa terpicu melaksanakan tugas dengan optimal, yang manfaat akhirnya akan secara langsung oleh mereka, Anda, pihak klien, maupun perusahaan.

Selamat merangkul anak buah Anda.
(Kompas.com)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, February 19, 2013

Mari Belajar Gaya Hidup Bangsa China

Oleh : KH. A. Hasyim Muzadi
Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang


Saya ingin menyampaikan sesuatu yang menarik tentang RRC (Tiongkok) kepada kamu semua. Dengan perjalanan ini, saya menjadi lebih mengerti kenapa Rasulullah SAW menganjurkan kita supaya mencari ilmu, sekalipun ke Negeri Cina. Saya perhatikan ada beberapa kekhususan dari China , yaitu:

1. Segi Historis (Sejarah)
China adalah bangsa yang tua karena beribu-ribu tahun sebelum masehi, China sudah menjadi bangsa yang besar bersama dengan Romawi, Yunani , Persia , India , dll. Ini adalah bangsa-bangsa tua yang ribuan tahun 
sebelum masehi sudah dikenal dalam sejarah.

2. Segi Geografis
China persis berada pada posisi tengah-tengah dari Benua Asia. Adapun selisih waktu antara Beijing dengan Jakarta hanya 1 jam sebagaimana selisih WIB dan WITA.Luas Negara China ini luar biasa, bahkan melampui luasnya Amerika Serikat dan hampir sama dengan luas Uni Sovyet sebelum pecah.

3. Segi Populasi
Negara China mempunyai jumlah populasi terbesar di dunia, yaitu mencapai 1,3 milyar jiwa. Ini jumlah penduduk yang ada di China daratan, belum lagi bangsa China berada di luar China (Overseas China). Di Negara 
mana-mana pasti ada orang China , termasuk Kalpataru, Cengger Ayam, bahkan daerah yang nyelempit-nyelempit itu. Jadi, tidak ada satu kota pun di dunia ini yang tidak ada orang Chinanya. Jumlah populasi orang 
China yang berada di luar RRC itu kalau ditotal sekitar 600 juta jiwa. Sehingga kalau ditotal secara keseluruhan, maka jumlah populasi warga China mencapai hampir 2 milyar jiwa.

4. Segi Ekonomi
China ini adalah bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi dan pekerja keras. Dalam satu hari, orang China mampu bekerja selama 11 jam, padahal kita saja yang berkerja 8 jam sehari sudah merasa berat. Perhatikan 
orang China yang buka toko. Pada pukul 06.00 dia sudah membuka toko dan tutup menjelang Maghrib, kemudian malam harinya, dia totalan. Jadi, waktu yang tersisa itu hanya digunakan untuk tidur atau untuk keperluan yang berkaitan dengan usaha dagangnya.

Di samping sebagai pekerja keras, orang China adalah pekerja cerdas. Sekarang ini, tidak ada satu barang pun di dunia ini yang tidak ditiru oleh Negara China . Suatu saat saya pergi ke pasar malem. Di sana saya 
ditunjukkan jam tangan merk Rolex, mulai dari yang asli seharga 70 juta Rupiah, sampai Rolex yang seharga Rp. 70.000, dan kita sulit untuk membedakan antara yang asli dengan yang palsu. Oleh karena itu, RRC 
mempunyai potensi luar biasa untuk menghancurkan Barat. Apalagi produksi-produksi di sana dibuat secara besar-besaran, yaitu kalau satu orang membuat 10 baju, maka dari RRC akan mengekspor sekirat 12-13 
milyar baju.

5. Rasa Persaudaraan (Kecinaan)
Bangsa China mempunyai rasa "kecinaan" ; dunia. Jadi, kalau orang China ketemu sama orang China lainnya, perasaannya lain dibandingkan ketemu dengan kita.

6. Segi Politik
Dahulu Negara China diperintah oleh Kaisar. Tunduk kepada Kaisar adalah harga mati, sehingga pada zaman Kekaisaran, Kaisar menyuruh rakyat untuk membangon tembok besar China meski harus mengorbankan ratusan ribu jiwa. 
Tembok besar China ini dibangun di puncak-puncak bukit dan panjangnya sekita sepanjang 6000 KM. Kalau ada pekerja yang mati, maka langsung dikuburkan di dekat situ. Jadi, tembok besar China itu sebenarnya angker 
karena ada alam arwahnya.

Setelah itu Negara China dipimpin oleh Komunis. Pemerintahan Komunis ditambah dengan etos kerja bangsa China yang luar biasa, menjadikan Negara China memperoleh untung besar. Kenapa?, karena nilai yang dimakan oleh masing-masing orang China , lebih sedikit dari pada nilai hasil kerja mereka. Ibaratnya: kalau nilai kerjanya Rp. 20.000 perhari, maka dia hanya memakainya sebanyak Rp, 10.000 sehari, sedangkan yang Rp. 
10.000 lainnya menjadi hak Negara, sehingga yang semakin kuat adalah Negaranya. Ini terjadi pada waktu pemerintahan Komunis dipimpin oleh tokoh bernama Mao Zedong.

Setelah Mao Zedong meninggal dunia, sistem ekonomi China diubah, namun politiknya tetap berhaluan Komunis. Artinya: orang China masih diperintahkan untuk kolektivitas, tapi ekonomi China mulai dibuka 
pelan-pelan. Dari situ, mulai ada ekspor dan impor, investasi, dsb. Bahkan lebih dari 4 juta anak-anak muda China , dikirim ke seluruh dunia untuk belajar membuat barang-barang yang dibuat di negara-negara yang 
mereka tempati. Semua itu dibiayai oleh Negara.

Akhirnya ekonomi China meledak dan berkembang sangat pesat. Kenapa? karena bangsa China itu tidak suka hidup mewah, di samping karena budaya, juga karena faktor politik Komunisme yang dianut. Jadi, Negara 
China itu dari Komunis, bergeser ke arah Sosialis yang agak longgar, bahkan sekarang menjadi Kapitalis, namun bukan "dikapitalisi& quot; oleh orang lain.

Dalam tempo kurang dari 20 tahun, kota-kota besar di China disulap menjadi lebih hebat dari Washington dan New York . Jadi, di sana saya seperti memasuki daerah yang aneh, karena saya dulu pernah ke China , 
tapi tidak seperti yang sekarang ini. Sekarang ini Negara China luar biasa hebatnya dan mulai menggeser posisi ekonomi Barat. Kenapa itu bisa terjadi?, karena RRC tidak mau terikat dengan semua ikatan ekonomi 
internasional, baik itu IMF, ILO, WTO, dsb. Sehingga RRC ini berjalan tidak berdasarkan konsensus internasional, melainkan menggelinding sendirian dengan kekuatan raksasa yang mereka miliki.

Hidup bangsa China tetep sederhana, karena mereka mempunyai budaya yang mengacu kepada filsafat Konghucu. Sekalipun bangsa China adalah komunis yang menganut ajaran tidak bertuhan (atheisme), tapi sebenarnya mereka masih mendewakan Kongfuche sampai hari ini. Orang China yang beragama 
Kristen menganut Konghuchu, orang China yang beragama Islam juga menganut Konghuchu, dsb. Konghuchu sudah menjadi agama negara dan agama bangsa.

Umat Islam di China tidak besar, jumlah mereka kurang lebih sekitar 50 juta saja. Apa artinya 50 juta muslim di tengah-tengah 1.3 milyar penduduk RRC. Orang Islam di sana rata-rata sudah berusia tua yang kelasnya "Husnul khatimah" .

Nah, yang menarik bagi saya dan mungkin cocok dengan kandungan Hadits di atas adalah bahwa bangsa China itu selalu hidup di bawah jumlah penghasilannya. Saya kira, sikap ini perlu kamu tiru. Tidak ada orang 
China yang menghabiskan uang Rp. 10.000 sehari, kalau penghasilannya tidak mencapai Rp. 15.000. Ketika orang China masih berpenghasilan Rp. 5.000, maka dia hanya makan sebanyak Rp. 4.000 saja. Jadi, bangsa China itu pantang memakan habis hasil keringatnya dan harus ada sisa dari hasil keringatnya tadi.

Bangsa China sudah terbiasa hidup sederhana. Mereka bisa bikin mobil, motor, dsb. Mereka juga bisa meniru sepeda motor model Harley Davidson. Meskipun demikian, mereka jarang naik sepeda motor. Saya lihat di kota 
Peking, kalau orang mau bepergian yang jaraknya kurang dari 1 KM, maka mereka memilih jalan kaki; kalau lebih dari 1 KM, mereka memilih naik sepeda; dan kalau lebih dari 5 KM, maka mereka memilih naik bus. Kalau 
sudah kaya betul, baru mereka mempunyai mobil; itupun jarang dipakai, karena mereka lebih suka naik bus sekalipun sudah mempunyai mobil sendiri. Alasan mereka sederhana dan rasional, yaitu jalan kaki itu 
lebih hemat, lebih sehat, lebih selamat, dan anti-polusi.

Di sana juga banyak sepeda pancal, namun sepeda yang dipakai itu jelek-jelek, karena yang baik-baik itu untuk dijual. Jadi, bangsa China ini mempunyai sifat-sifat yang agak aneh dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lain. Orang China itu kalau yang terbaik untuk dijual, sedangkan yang jelek untuk dipakai sendiri.

Di RRC jarang ada rumah mewah, yang banyak adalah rumah susun, maklum jumlah penduduknya milyaran orang. Sedangan bangunan yang megah-megah adalah semacam universitas, pertokoan, mall, kantor, dsb.

Orang-orang China jarang yang gemuk, padahal makannya banyak. Mereka bisa langsing karena sering jalan kaki dan berolah raga. Bahkan hampir seluruh tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat-obatan, tumbuh 
subur di Negara China . Ibaratnya, Negara China adalah miniatur dari tanaman-tanaman yang berkhasiat obat. Lha, ini yang menginspirasi Mr. Li Xiang untuk memproduksi obat-obatan, tapi sudah dimodernisir. Pabrik 
yang dimiliki oleh Mr. Xiang ini sekarang sudah menguasai 1/3 pasaran obat di dunia. Dia menggunakan sistem MLM (Multi Level Marketing) dan sistem bonus, yaitu setiap orang yang berhasil menggaet pelanggan lain, 
akan diberi bonus. Jadi, kalau saya membuat 100 anak Al-Hikam membeli produk obatnya, maka saya akan mendapatkan keuntungan dari 100 orang tadi. Dengan sistem promosi yang berjenjang seperti ini, maka orang 
berlomba-lomba kaya melalui pabrik milik Mr. Xiang ini. Bonusnya juga ndak tanggung-tanggung, ada bonus berupa pesawat, kapal pesiar, mobil, sepeda motor, dsb.

Saya kan sudah ke Eropa, Amerika, Timur Tengah, Afrika, dsb., saya melihat bangsa China ini memang aneh. Mereka lebih mendulukan bekerja dari pada makan. Jumlah yang dimakan harus di bawah hasil kerja. 
Sebenarnya makannya orang China itu banyak sama dengan makanya orang Arab; akan tetapi karena mereka berolah-raga terus, sehingga jarang yang gemuk. Lain hanya dengan orang Amerika, di sana ada wong gowo wetenge tok wis kabotan, mergo kakean badokan (orang bawa perutnya sendiri sudah keberatan, sebab kebanyakan makan. red). Lalu saya teringat pada Hadits Rasulullah SAW , Hadits itu ditujukan untuk urusan kehidupan duniawi.

Bangsa China ini pekerja keras dan pekerja cerdas. Kalau orang Bugis, Madura dan Batak adalah pekerja keras, tapi tidak cerdas, sehingga kalau ayahnya jualan rokok di rombong, maka anaknya juga demikian. Beda dengan 
orang China ; kalau ayahnya jualan kacang buntelan, maka pada saat anaknya nanti, usahanya sudah menjadi pabrik kacang. Jadi, untuk faktor enterpreneurship, mungkin China itu nomer satu di dunia.

Orang Barat itu hebat dalam hal penelitian dan penemuan. Mereka meneliti sampai bisa menemukan listrik, kereta api, silinder, dsb. Adapun masalah berdagang dan mencari rezeki, jagonya adalah China . Sedangkan kalau makan tapi tidak kerja, jagonya adalah orang Indonesia . Jadi, orang Indonesia itu maunya, kalau kerja tidak berkeringat, tapi kalau makan, harus berkeringat. Berarti di sini kita mengalami hambatan budaya untuk 
maju.

Ini semua membuat saya mikir-mikir: seandainya ibadah, tauhid, dan akhlaq kita digandengkan dengan etos kerjanya orang China, maka saya kira, itulah yang dimaksud oleh Hadits Rasulullah SAW:

Bekerjalah untuk duniammu, seakan-akan engkau hidup selamanya; dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari

Kesalahan orang Islam adalah menghindari kerja keras, seakan-akan tidak berkerja keras adalah bagian dari tasawuf, padahal pandangan seperti itu adalah bagian dari kebodohan. Tasawuf itu ngeresii ati, bukan nganggur. 
Banyak orang Islam yang merasa mulya ketika ngganggur, tapi kok urip, padahal orang seperti ini pasti menjadi benalu atau seperti bunga teratai yang hidup terombang-ambing di atas air, sekalipun berbunga, ia tidak bisa lepas dari air. Oleh karena itu, saya ingin kamu semua mempunyai etos kerja dan enterpreneurship.

Saya melihat orang China di sana jarang omong. Mereka ngomong seperlunya, karena pekerjaan lebih mereka dahulukan. Sedangkan di sini, omong-omongan tok iso sampek 4 jam sambil ngentekno kopi 4 gelas 
(berbincang- bincang saja bisa sampai 4 jam sambil menghabiskan kopi 4 gelas. red), serta bercerita yang sama sekali tidak ada gunanya. Ini disebut dengan wasting time (menyia-nyiakan waktu), padahal di dalam 
Hadits disebutkan bahwa orang yang menyia-nyiakan waktu atau hidupnya, berarti dia sedang disia-siakan oleh Allah SWT.

Sebenarnya Islam mengajarkan etos kerja ini ketika Rasulullah SAW ditanya: "Rezeki apa yang paling baik?", beliau menjawab; "Rezeki terbaik adalah rezeki hasil tangannya sendiri" . Kadang-kadang, karena orang tua masih cukup, maka seseorang nebeng kepada orang tua, sementara dia sendiri tidak ada mempunyai kreativitas; sehingga begitu ditinggal mati oleh orang tuanya, dia akan kelabakan.

Saya melihat bahwa perusahaan-perusaha an besar milik orang China di Indonesia, rata-rata Grand Manager-nya berusia di bawah 40 tahun. Misalnya: Gudang Garam, Djarum, dsb. Perusahaan-perusaha an itu sudah 
tidak dipegang oleh ayahnya, karena ayahnya sudah menjadi konsultan, sedangkan yang menjadi eksekutif commite-nya adalah anak-anaknya.

Saya sebenarnya ingin kamu berlatih dua hal, yaitu: jangan memubadzirkan waktumu, demi menegakkan etos kerja dan berusahalah berprestasi lebih tinggi dari pada apa yang kamu butuhkan.

Hal-hal seperti di atas, kalau digandengkan dengan akhlak dan tauhid, maka itulah bentuk nyata dari fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah.

Negara-negara Islam, mulai dari Saudai Arabia sampai Maroko, adalah Negara-negara yang kaya, namun bukan Negara yang maju. Negara-negara di Timur Tengah menjadi Negara kaya, karena mempunyai minyaknya melimpah. Namun karena yang menyedot minyak adalah Amerika, maka Negara-negara Timur Tengah hanya dikasih 15 % dari hasil sedotan. Itu sudah membuat mereka menjadi Negara kaya, akan tetapi tidak bisa 
menjadikan mereka sebagai Negara maju, karena nyedot minyak saja tidak bisa. Sementara Negara-negara di Timur Tengah yang tidak punya minyak, semuanya menjadi Negara miskin, contoh: Mesir , Tunisia , Al-Jazair, 
Moroko, apalagi Sudan . Sudan itu ibukotanya bernama Kartoum, namun bandara Kartoum saja tidak ada WC-nya, sehingga kalau mau kencing harus melayu adoh ke tempat sing gerumbul-gerumbul (yang rimbun. red),
sehabis kencing, diobati (maksudnya; diobat-abit) .

Sebenarnya, perintah melihat bangsa China adalah bagian dari Hadits yang menyatakan bahwa hikmah itu adalah milik orang mukmin. Kalau hikmah itu kececer pada orang lain, maka hikmah itu adalah milikmu. Jangan karena tidak Islam, lalu kamu memusuhi mereka. Karena mutiara itu kececer dan dipegang oleh orang lain, maka ambil kembali hikah itu. Contoh: Penelitian itu kan perintah Islam, lalu kenapa kita tidak memakai hasil 
penelitian orang Eropa?. Dulu, sebelum orang Eropa maju, yang bisa meneliti dalam bidang kedokteran, matematika, gizi, dsb. diteliti oleh ulama'-ulama&# 39; Islam. Oleh karena itu, ambillah hikmah dari mana saja, asal hikmah itu benar menurut syariat Islam.

Jadi, tidak bagus kalau ada orang yang membeda-bedakan antara daerah Islam dengan daerah yang tidak Islam. Karena di daerah Islam itu ada tauhid, namun ada kelemahan; sedangkan di daerah yang tidak Islam, ada 
kekufuran, namun ada kelebihannya. Hanya saja, sampai hari ini, orang-orang Timur Tengah, masih juga membagi peta antara Negara Islam dengan Negara tidak Islam, padahal mutiara-mutiara Islam sebagai agama, 
telah tercecer di sana-sana, karena tidak dipegang oleh orang muslim di negara Islam itu sendiri.

Ketika saya masuk Somalia , penduduknya begitu miskin. Kalau di sana ada orang bisa makan cukup setiap hari, itu sudah Alhamdulillah. Padahal Negara ini mempunyai tambang-tambang yang banyak. Ini semua mengingatkan kita, kenapa Negeri Islam, penduduknya miskin-miskin, sedangkan penduduk di daerah non-muslim kok tidak demikian. Ilmu memang ada di sini, namun yang melakukan adalah orang di luar Islam. Jadi, ilmu etos kerja, ilmu penelitian dan kerja keras adalah Islami. Mereka yang melakukan ilmu 
itu, meskipun ndak pakai syahadat; sedangkan di Negara-negara Islam pakai syahadat, tapi ilmunya tidak diamalkan. Jadi, kalau syahadat itu ibarat lokomitif, sedangkan gerbongnya adalah ilmu. Baik lokomotif 
maupun gerbong, itu sama-sama diperlukan. Kalau ada lokomotif ndak pakai gerbong, itu kan lucu.

Akhirnya di Negara-negara Islam, penduduknya bertentangan karena selisih paham, saling bunuh-membunuh karena selisih aliran, dsb. Jadi, Islam yang kaffah itu bukan Negara harus distempel Islam, namun unsur-unsur 
ke-Islam-an yang harus diterapkan di Negara itu. Nah, sekarang itu, golongan seperti Hizbut Tahrir, FPI, dsb. mengatakan bahwa Islam Kaffah adalah kalau Indonesia yang dihuni oleh banyak orang Islam ini, 
distempel Islam; ndak peduli apakah masyarakat di dalamnya itu menjadi maling atau tidak. Padahal yang akan dihisab nanti adalah orang-perorang, bukan institusi. Jadi yang harus bertanggung jawab adalah individu, bukan nation state-nya. Baru pemahamannya saja, mereka sudah menceng dan tidak karu-karuan. Mereka itu sebenarnya tidak kaffah, tapi merasa paling kaffah. Kemarin saya didatangi oleh Redaktur Majalah Sabili;saya dikritik karena saya kok masih mempertahankan Pancasila, kenapa kok tidak setuju dengan Khilafah, berarti tidak kaffah. Lalu saya jawab: Lho, yang dimaksud kaffah bukan simbolistik- simbolistik, melainkan hikmah-hikmah Islam yang berserakan, kemudian dijadikan satu, itulah Islam kaffah.

Untuk mengerti bahwa shadaqah itu penting, kita cukup membaca Hadits. Akan tetapi untuk menciptaan masyarakat yang mampu bersedekah, maka tidak cukup hanya dengan menghafalkan Hadits-hadits, karena itu adalah proses perjuangan ekonomi kerakyatan. Sementara sekolah-sekolah Islam yang di Timur Tengah, isinya menghafal saja, sehingga berhenti sampai hafalan, tidak pada aktualisasinya. Dino-dino omongane dalil 
(sehari-hari bicara dalil. red), tapi dalil iku gak tahu dilakoni (tidak pernah dilakukan. red).

Semua ini menjadikan saya termenung. Sudah berapa Negara yang saya kelilingi, saya kira sudah lebih dari 40 Negara. Namun, untuk kunjungan ke China , rasanya lain bagi saya. Bagaimana tidak?, mereka punya sesuatu, tapi tidak mau pakai; mempunyai etos kerja tinggi, tetapi hidup sederhana; barang yang terbaik untuk dijual, sedangkan yang asal jadi, dipakai sendiri. Mereka juga jarang yang mau pakai sepeda motor, karena 
mengakibatkan polusi dan tidak sehat. Maka dari itu, umure wong Chino iku dowo-dowo, gak mati-mati sampek tuek tuyuk-tuyuk (umur orang china itu panjang-panjang, tidak mati-mati sampai tua. red) , bahkan mencapai 
usia lebih dari 100 tahun.

Jadi, budaya kita ternyata tidak produktif. Bagaimana kita bisa mempunyai budaya yang produktif, tapi etis dan tauhidi dan Islami, ini baru menjadi bangunan dari fiddunya hasanah wa fil akhriati hasanah.

Saya masih akan ke Moskow. Rusia itu dedengkot komunis dunia. Mereka telah mendirikan komunisme yang bertahan selama 70 tahun, lalu ambruk. Kenapa Rusia setelah direformasi, kok ambruk, sedangkan China setelah reformasi kok malah melejit, padahal keduanya sama-sama komunis?. Itu karena komunis di China menggunakan budaya China , yaitu makan kurang dari penghasilan; sementara orang Rusia, biaya makan melebihi kapasitas hasil kerjanya. Sekarang ini orang China pergi ke Moskow secara besar-besaran untuk menggarap pertanian-pertanian . Sehingga sekarang ini Rusia tampaknya berada di bawah kendali RRC.

Ketika saya di China , saya bertemu dengan pedagang Amerika yang berasal dari Wall Street di New york . Dia minta dengan hormat, supaya China itu tidak mengekspor barang-barang seperti sekarang ini, karena kalau ini 
diteruskan, maka perekonomian akan ambruk dalam 5 tahun. Jawabnya orang China : "Saya tidak ingin mengekspor barang saya, kalau rakyat Anda tidak ingin membeli barang saya". Itungan China kan begini: Penduduk China itu berjumlah 1.3 Milyar jiwa, kalau setiap orang memperoleh bati 1$ saja, berarti untunganya sudah mencapai 1.3 Milyar dollar. Jadi, gimana mereka mau disaingi, itu kan ndak mungkin.
--
Sumber: dari sebuah milis

6 Cara Sikapi Evaluasi Kerja yang Buruk

Dalam hitungan beberapa bulan atau tahun sekali, kinerja Anda di kantor akan dievaluasi oleh atasan. Tak jarang hasil evaluasi ini tak sesuai dengan harapan Anda. Evaluasi dan penilaian buruk dari atasan terhadap kinerja ini biasanya akan membuat Anda down atau malah menyerah. Padahal seharusnya evaluasi ini menjadi motivasi bagi Anda untuk bekerja lebih baik lagi. Tetapi bagaimana cara mengatasi perasaan down setelah evaluasi kerja yang tak memuaskan?

1. Tarik nafas dalam-dalam

Penilaian buruk terhadap kinerja pasti akan membuat Anda sedih. Akibatnya, Anda jadi ingin menangis atau justru menyerang balik atasan. Kendalikan perasaan dan profesionalitas Anda, paling tidak sampai evaluasi berakhir dan sudah di luar kantor. Tarik nafas dalam-dalam agar lebih tenang dan bisa mengendalikan emosi.

Anda bisa saja membiarkan atasan tahu tentang perasaan terkejut atau kecewa, tapi jangan biarkan ia tahu bahwa Anda merasa emosional atau defensif terhadap mereka. "Cobalah posisikan diri Anda sebagai bos yang ingin memacu karyawannya untuk lebih hebat bekerja. Karena sebenarnya, tujuan utama dari evaluasi ini bukan untuk membuat Anda merasa nyaman, melainkan untuk membuat Anda lebih baik dalam bekerja," ungkap Jodi Glickman, penulis buku Great on the Job: What to Say, How to Say It. The Secrects of Getting Ahead.

2. Tanyakan kemajuan yang diinginkan secara spesifik

Untuk meningkatkan kembali kinerja, tak salah jika Anda meminta saran kepada mereka. Daripada bertanya tentang apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan kinerja, Glickman menyarankan untuk bertanya tentang kemajuan seperti apa yang diinginkan kantor Anda dengan lebih spesifik.

Misalnya, "Kemajuan seperti apa yang diinginkan kantor kepada saya?", "Tantangan seperti apa yang akan diberikan kantor untuk saya, agar saya bisa membuktikan bahwa saya mampu?" atau "Menurut Anda siapa orang yang bisa melakukan pekerjaan ini dengan sangat baik? Mungkin saya bisa bertanya, sharing, dan mencontoh kinerjanya agar bisa lebih baik."

3. Dengarkan perasaan, bukan hanya kata-kata

Jangan buru-buru menilai atasan Anda kejam atau tak menyukai Anda. Bisa jadi, penilaian ini diberikan untuk membuat Anda lebih hebat lagi. Bedakan saja dari nada suaranya. "Jangan hanya mengenali seseorang dari kata-kata yang diucapkannya, tapi cobalah lebih peka pada nada suaranya. Karena setiap orang ingin didengar dan dipahami bukan hanya secara logis tapi juga secara emosional," ungkap Rick Kirschner, penulis buku How to Click with People: The Secret to Better Relationships in Business and in Life.

Biasanya ada nada kecewa dan sedih saat ia menilai buruk pekerjaan Anda, namun di sisi lain ada nada penuh harap yang menggambarkan bahwa ia berharap banyak dan yakin pada kemampuan Anda dalam bekerja.

4. Ucapkan terima kasih

Sekalipun Anda tak setuju dengan penilaiannya, tak ada salahnya untuk mengucapkan terima kasih. "Ucapkan terima kasih karena ia sudah bersedia duduk bersama dengan Anda dan mengungkapkan pemikirannya," jelas Glickman. Ucapan terima kasih ini menunjukkan Anda memiliki hati yang lapang dan bisa menerima kritik dari orang lain. Selain itu, ini juga menjadi salah satu bentuk profesionalitas Anda dalam bekerja.

5. Katalis perubahan positif

Meski agak sulit untuk menerimanya, namun cobalah ambil sisi positif dari setiap kejadian. Tali Sharot dalam bukunya yang berjudul The Bias Optimisme: A Tour of the Irrationally Positive Brain, mengungkapkan bahwa persepsi Anda tentang segala sesuatu yang buruk akan membawa Anda kepada hal-hal buruk. Misalnya, saat Anda berpikir bahwa Anda tidak mampu mengerjakan tugas, maka Anda akan benar-benar tidak bisa melakukannya.

"Prediksi tentang suatu hal tidak hanya mengubah persepsi kita tapi juga akan memodifikasi tindakan yang dilakukan," tulisnya. Sebaliknya, jika berpikir lebih positif, dan berpikir bahwa penilaian itu sebagai sebuah katalis untuk perubahan positif dalam karier, hasilnya Anda bisa bekerja lebih baik dan positif.

6. Buat target baru

Roy F. Baumeister dan John Tierney, penulis buku Willpower: Rediscovering the Greatest Human Strength mengungkapkan bahwa kunci utama kekuatan manusia terletak pada kemampuannya dalam menentukan tujuan jangka panjang. "Target jangka panjang dalam karier akan membantu Anda untuk bertahan. Tentukan target dalam karier Anda kemudian rencanakan bagaimana cara untuk meraihnya," saran Baumeister.

Tinggalkan fleksibilitas Anda (karena Anda harus bekerja sesuai rencana dan fokus) dan antisipasi semua kemungkinan terjadinya hambatan dan kemunduran. Baumeister menginstilahkan kemauan itu seperti otot tubuh; semakin sering Anda menggunakannya, maka semakin kuat juga otot Anda.
(Kompas.com)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, January 28, 2013

Agar Tak Mudah Terpancing Emosi

Seberapa sering Anda terpancing emosi dan menyimpan perasaan negatif karena perbuatan atau ucapan seseorang, baik di kantor maupun dalam kehidupan personal? Semakin sering emosi dan menyimpan perasaan negatif, perilaku Anda pun secara tak sadar terbawa emosi buruk ini.

Pakar hubungan, Deanna Brann, PhD, mengatakan Anda tak bisa menyembunyikan emosi negatif. Betapa pun Anda menyembunyikan emosi negatif, sikap Anda akan merefleksikan apa yang Anda sedang rasakan. Yang terbaik bisa Anda lakukan adalah mengatasi atau mengelola emosi ini.

Agar hal kecil, ucapan atau tindakan orang lain tak mudah memancing amarah apalagi menimbulkan kesan Anda mudah emosi, lakukan beberapa hal ini:

1. Menjaga jarak.
Saat menemukan situasi ini, ucapan atau tindakan teman kantor, pasangan, teman membuat Anda emosi, segera ambil jarak. Ini langkah awal yang bisa menyelamatkan Anda dari serangan emosi negatif dalam diri. Dengan menjaga jarak, Anda bisa melihat situasi lebih objektif bukan menanggapinya dengan penuh amarah.

2. Jangan berasumsi.
Apa pun yang orang lain katakan atau perbuat, jangan berasumsi hal tersebut selalu ada kaitannya dengan Anda. Jangan mudah tersinggung dengan sikap orang lain. Caranya hindari asumsi. Jangan pernah mulai berasumsi bahwa hal buruk itu menyangkut diri Anda. Bisa jadi berbagai hal buruk tersebut sama sekali tak ada hubungannya dengan Anda. Kalau pun Anda berada dalam kondisi buruk tersebut, bisa jadi ini terjadi tanpa disengaja. Kebetulan saja Anda terjebak dalam suasana tak menyenangkan tersebut.

3. Kenali perasaan Anda.
Saat sikap atau ucapan seseorang memancing emosi, kenali lagi perasaan Anda. Apakah dengan menyimpan emosi negatif tersebut, Anda merasa lebih baik karena merasa Anda benar dan orang tersebut salah? Kalau ini yang terjadi, Anda sedang membela diri. Semakin lama Anda menyimpan emosi negatif dan membela diri karenanya, semakin melelahkan jiwa Anda. Lepaskan saja emosi negatif semacam ini karena takkan membawa pengaruh baik bagi diri sendiri.

4. Alihkan emosi.
Kalau orang lain menyinggung perasaan Anda, jangan berdiam diri dengan emosi negatif yang muncul di dalam diri. Segera alihkan emosi negatif tersebut pada hal lain. Ambil langkah awal, lakukan sesuatu hal kecil sekalipun yang bisa membantu diri sendiri mengalihkan emosi negatif. Kalau Anda merasa lebih baik, ambil langkah berikutnya. Lakukan aktivitas yang membuat perasaan Anda lebih tenang, nyaman tak dipenuhi dengan emosi negatif. Secara bertahap, Anda pun akan teralihkan dari emosi negatif ini.
(Sumber: Kompas.com, 28 Jan 2013)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Related Posts with Thumbnails