Friday, April 15, 2016

Gaya Hidup dan Perencanaan Pensiun (PRITA HAPSARI GHOZIE)

Beberapa bulan lalu, saya menerima slip pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan untuk rumah di bilangan Jakarta. Betapa terkejutnya tatkala mendapati bahwa beban pajak yang harus saya bayarkan melonjak dua kali lipat!

Pikiran saya pun langsung melayang kepada beberapa tetangga yang sudah masuk usia pensiun, bagaimana mereka dapat membayar biaya hidup kelak? Kenaikan biaya hidup pasti menjadi sebuah tantangan tersendiri saat memasuki masa pensiun. Sudah siapkah kita apabila tiba masanya?

Persiapan pensiun dalam perencanaan keuangan adalah salah satu tujuan keuangan yang penting dalam hidup seseorang. Berdasarkan riset yang dirilis Bank Dunia, penduduk lansia di Indonesia diprediksi akan mencapai 50 juta orang di tahun 2025 dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Dengan kemajuan teknologi kesehatan, para lansia juga memiliki harapan hidup yang lebih baik sehingga banyak saya temui saat ini adalah para pensiunan yang sudah menipis saldo asetnya disebabkan salah memperhitungkan besaran biaya hidup.

Kesalahan yang umum terjadi adalah menyepelekan biaya gaya hidup yang sulit untuk diturunkan. Banyak di antara kita beranggapan saat pensiun pengeluaran akan turun, padahal kenyataannya akan meningkat. Kapankah momen jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau liburan ke luar kota? Saat bekerja, kegiatan tersebut biasa dilaksanakan di akhir pekan atau saat tanggal merah. Saat pensiun: everyday is a holiday!

Antisipasi

Untuk mengantisipasi kegagalan dalam mempersiapkan biaya hidup di masa depan, maka perencanaan pensiun adalah solusinya. Perencanaan pensiun dapat dibagi menjadi empat tahapan. Tahap pertama adalah masa awal, umumnya first jobber hingga usia 35 tahun. Fokus pada kedisiplinan dalam menyisihkan penghasilan untuk berinvestasi.

Tahap kedua adalah masa kemapanan, umumnya berusia 35 tahun hingga 50 tahun. Fokus dalam investasi seharusnya sudah mulai merambah ke aset keuangan yang dapat memberikan penghasilan pasif. Misalnya, membeli apartemen untuk disewakan, menambah lahan tanah untuk perkebunan, dan lainnya. Di masa ini, investasi juga dapat ditempatkan di produk keuangan yang agresif seperti reksa dana saham atau membeli saham lapis pertama. Aset yang lebih agresif ini diperlukan untuk keperluan biaya hidup di atas usia 65 tahun kelak.

Tahap ketiga adalah masa persiapan pensiun. Umumnya dimulai lima tahun menjelang pensiun. Di masa inilah sangat penting untuk menghitung secara tepat kebutuhan biaya hidup di masa pensiun dan sumber daya apa saja yang telah dimiliki. Khusus untuk pembaca dalam tahapan ini, di tulisan ini saya tambahkan tips dalam hal langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan.

Pertama, hitung jumlah aset dan kewajiban yang Anda miliki saat ini. Apabila Anda masih punya saldo utang pinjaman perumahan atau utang kartu kredit, maka inilah prioritas utama yang harus Anda lunasi mulai dari sekarang. Usahakan memulai pensiun tanpa beban utang.

Kedua, siapa saja anak atau tanggungan lain yang belum berusia 21 tahun. Anda harus menghitung dengan pasti kebutuhan dana pendidikan untuk mereka ditambah kebutuhan dana menikah. Perhitungan sebaiknya bukan hanya untuk biaya pangkal dan biaya semester, melainkan termasuk juga biaya hidup (kos, transportasi, dan lainnya) serta biaya buku.

Ketiga, buat anggaran untuk biaya hidup di masa pensiun. Perhatikan pos pengeluaran yang berpotensi meningkat di atas tingkat inflasi seperti pos transportasi, pos listrik, pos pajak, dan lainnya. Untuk pos pengeluaran lain, Anda bisa gunakan kenaikan inflasi normal. Jangan lupa juga tambahkan untuk pos biaya kesehatan yang umumnya akan meningkat kebutuhannya di masa pensiun.

Keempat, hitung sumber penghasilan Anda di masa pensiun. Secara umum untuk karyawan, Anda akan mendapatkan saldo Jaminan Hari Tua, saldo dana pensiun, dan mungkin uang jasa dari pekerjaan sebelumnya. Coba hitung kembali, apakah saldo dananya cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda kelak? Jika tidak, periksa jumlah aset yang telah Anda miliki.

Pada tahap ini, pengaturan aset investasi sebaiknya dilakukan dengan cermat. Aset investasi dan dana yang tersedia masih dapat dimaksimalkan untuk kenaikan modal pensiun. Penempatan dana dapat dilakukan di produk obligasi korporasi, reksa dana campuran, ataupun di bisnis. Cermati perkembangan investasi setiap tahun dan pastikan dana darurat tetap tersedia dalam jumlah yang ideal.

Tahap terakhir adalah masa mulai memasuki usia pensiun yang dapat dimulai sejak 55 tahun atau bahkan lebih cepat. Perencanaan dapat dilakukan dengan menyesuaikan aset yang tersedia dengan anggaran hidup yang baru. Alokasi aset investasi penting untuk dilakukan, terutama jika punya aset yang tidak produktif. Sebagian aset investasi yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan biaya hidup harus dikonversi menjadi tabungan atau deposito. Usahakan untuk menggunakan bagi hasil bulanan sebagai sumber penghasilan.

Mempersiapkan masa pensiun pasti tidak lepas dari gaya hidup yang dipilih. Saya percaya setiap orang berhak mendapatkan masa emas yang sejahtera dan tidak pernah ada kata terlambat untuk berencana. Live a beautiful life!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 April 2016, di halaman 25 dengan judul "Gaya Hidup dan Perencanaan Pensiun".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Friday, April 08, 2016

PSIKOLOGI: Penyesalan (AGUSTINE DWIPUTRI)

Dalam hidup adakalanya timbul penyesalan mengenai suatu tindakan yang kita lakukan, misalnya kita telah ingkar janji kepada seseorang; telah menyakiti hati ibu; memilih tempat kerja yang keliru; atau tidak berhasil mendapat beasiswa. Biasanya perasaan tersebut kemudian menghambat kita dalam melangkah ke depan. Bagaimana tindakan kita agar bisa meminimalkan rasa tersebut?

Marc Muchnick (2011) dalam bukunya,No More Regrets, mengatakan bahwa penyesalan berkaitan dengan segala hal yang telah kita lakukan, tetapi kita berharap tidak melakukannya atau ketika kita gagal melakukan sesuatu padahal kita berharap dapat melakukan. Keduanya sama-sama menghasilkan ketidakbahagiaan atau kekecewaan. Dengan kata lain, penyesalan adalah semua hal yang kita lakukan ataupun yang tidak kita lakukan. Oleh karena itu, penyesalan adalah tentang perilaku dan perasaan kita mengenai ketidakbahagiaan atau kekecewaan, yang berkaitan dengan perilaku tersebut.

Memahami penyesalan sebagai hasil dari perilaku kita berimplikasi langsung pada bagaimana kita membuat keputusan. Biasanya kita membawa sejumlah elemen dalam kerangka pengambilan keputusan kita, seperti waktu, konteks, kesempatan, dan biaya. Bagaimana kita akan merasakan sesuatu tentang keputusan setelah dibuat, apa yang akan menjadi dampak, dan sebagainya.

Penyesalan dan kesalahan

Perlu diingat bahwa penyesalan tidak selalu sama dengan kesalahan. Kita bisa belajar banyak dari kesalahan kita, tetapi tidak perlu harus menyesalinya. Bahkan, dalam kenyataannya, beberapa pelajaran terbaik dalam hidup berasal dari membuat kesalahan. Pada dasarnya, penyesalan dan kesalahan kita dapat berbeda melalui perasaan positif atau negatif yang kita hubungkan dengan tindakan tertentu. Sementara kita semua masih akan bertindak salah, maka kuncinya adalah menghindari membuat kesalahan yang akhirnya kita menyesal.

Lebih lanjut Muchnick mengatakan, meskipun sumber-sumber penyesalan adalah unik bagi setiap orang, ada aspek tambahan dalam memahami penyesalan, yaitu terdapatnya beberapa tema umum pada penyesalan, di antaranya:

- Kita terjebak dalam berbagai kebiasaan dan menjadi tahanan bagi rasa penyesalan kita.

- Kita mengandalkan banyak hal atau orang lain.

- Kita mengorbankan otentisitas (keaslian) kita.

- Kita berhenti tumbuh, belajar, dan berkembang.

- Kita menjadi terlalu mementingkan diri sendiri, tidak sensitif, dan menghakimi.

Mengurangi munculnya penyesalan

Dari sekian banyak cara yang ditawarkan Muchnick, pertama yang harus dilakukan adalah keluar dari berbagai kebiasaan yang Anda lakukan. Terdapat beberapa langkah untuk menjalani hal utama ini:

1. Berhenti melakukan hal yang tidak berguna.

Jangan berharap hidup menjadi berbeda jika Anda tetap melakukan apa yang selalu Anda lakukan. Apakah Anda berada dalam suatu hubungan yang buruk, pekerjaan yang salah, atau tempat dalam hidup Anda di mana Anda merasa terjebak, milikilah keberanian untuk mengubah dan menghentikan hal-hal yang merugikan Anda. Bebaskan diri dari penyesalan terhadap kondisi Anda dan ambillah arah baru yang berguna untuk Anda.

2. Pilih satu hal untuk memulai.

Lebih baik melakukan satu hal secara sungguh-sungguh daripada banyak hal secara buruk. Ketika melihat daftar hal-hal yang harus Anda lakukan, jangan mencoba untuk mengerjakan semuanya sekaligus. Sebaliknya, pertimbangkan satu hal pada daftar yang akan memberikan kepuasan terbesar dan paling efisien untuk waktu yang Anda gunakan. Kemudian pilih titik awal sehingga Anda dapat mulai bekerja menuju sukses. Ini akan membantu Anda merasa berenergi karena Anda akan memiliki strategi untuk bergerak maju dan tidak akan lagi merasa terjebak.

3. Berdamai dengan diri sendiri.

Penyesalan dapat bertahan kuat pada diri seseorang. Maka kuncinya adalah belajar bagaimana melepaskan diri dari cengkeramannya. Misalnya dengan meyakini bahwa saya tidak lagi terbebani oleh penyesalan yang berat karena saya telah melepaskan beban emosional saya dari kegagalan mempertahankan perkawinan. Ketika menghadapi hal yang menyiksa, hentikan gejolak batin. Berikan diri Anda izin untuk menjadi tidak sempurna dan tidak menyalahkan diri sendiri atas situasi yang tidak bisa Anda kendalikan. Berdamailah dengan diri sendiri dan atur diri Anda agar bebas dari masa lalu.

4. Ubah kesulitan menjadi peluang.

Jika kemudian Anda dihadapkan pada kesulitan, pikirkan bagaimana Anda dapat mengubahnya menjadi sebuah kesempatan. Pertimbangkan cara yang unik dan inovatif dalam mencari solusi. Lihatlah kemungkinan untuk sukses sebagai lawan dari kegagalan. Yakin pada diri sendiri dan miliki kepercayaan diri untuk merangkul situasi serta menghadapi tantangan ke depan.

5. Hindari mencari korban/menyalahkan orang.

Cara yang baik untuk memulai adalah dengan mengakui bahwa kita masing-masing memiliki kekuatan untuk mengubah cara kita bereaksi terhadap situasi yang kita hadapi dalam hidup. Misalnya, jika Anda merasa tidak puas dengan pekerjaan Anda, mengalami masalah hubungan dengan orang, bagaimana Anda menangani situasi ini benar-benar tetap bergantung pada Anda. Melihat ke dalam bukannya ke luar untuk mengidentifikasi sumber sejati dari penyesalan Anda. Tahan diri dari menyalahkan orang lain, membuat alasan, dan bertindak tak berdaya. Berhentilah mengeluh, ambil tanggung jawab pribadi untuk situasi Anda dan juga untuk solusi. Ketika kita berhenti mengasihani diri kita sendiri, perasaan menyesal tentang keadaan hidup kita akan mereda dan mampu melihat dunia dengan cara pandang yang lebih baik.

6. Menjauh dari orang yang "meracuni" diri.

Berada di sekitar orang "beracun" adalah suatu resep untuk penyesalan. Hindari mereka dari kehidupan Anda dan tinggal sejauh mungkin dari mereka. Sebaliknya, kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bersikap positif. Berada di sekitar mereka akan membuat Anda merasa lebih bersemangat, termotivasi, percaya diri, terinspirasi, bahagia, dan terus hidup.

Melakukan hal yang benar

Selain langkah-langkah di atas, hal lain yang juga penting diperhatikan ketika kita tengah memilih satu tindakan melampaui tindakan lainnya dalam hidup adalah selalu melakukan hal benar. Hal yang benar itu bergantung pada interpretasi individual. Ini yang menyebabkan mengapa kita harus membiarkan hati nurani kita menjadi penuntun dalam bertindak. Dalam konteks penyesalan, maka definisi dari hal yang benar mungkin paling diartikulasikan sebagai "pilihan yang tidak akan membuat Anda menyesal".

Melakukan hal yang benar adalah mampu hidup dengan berbagai keputusan Anda dalam setiap bagian kehidupan Anda. Pastikan bahwa keputusan Anda adalah sesuatu yang membuat Anda akan merasa bangga dan siap untuk tetap mendukung atau mempertahankannya. Ketika melakukan hal yang benar, Anda tidak akan pernah menyesali apa yang telah dilakukan.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 April 2016, di halaman 25 dengan judul "Penyesalan".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails