Tuesday, May 23, 2006

KEBERHASILAN DALAM HIDUP

KEBERHASILAN DALAM HIDUP

Dalam karya tulis kecil ini, keberhasilan pembentukan diri mendapat tekanan pada pentingnya relasi diri dengan diri sendiri, orang lain, lingkungan sekitar dan terutama relasi dengan Allah. Relasi itu menuntut perbaikan terus menerus (continual improvement) yang dilandari dengan pandangan filosofis individu manusia dan landasan teologis relasi sendiri. Kemudoian pembentukan diri itu melalui suatu proses belajar dengan bantuan metode Carkhuff.

Keberhasilan pembentukan diri oleh diri sendiri ditentukan oleh kemampuan mengenal diri, kemampuan berrelasi dengan diri sendiri, orang lain, lingkungan dan Tuhan. Kemampuan ini mirip dengan kemampuan emosional (emotional quotient) ala Daniel Goleman. Indikasi kemapuan ini adalah adanya kemampuan memahami dan memotivasi potensi diri, memiliki rasa empati terhadap diri dan orang lain, perasaan senang (berpikir positif), asertif yaituterampil menyampaikan pikiran dan perasaan dengan baik, lugas dan jelas tanpa harus membuat orang lain tersinggung. Orang-orang yang memiliki kecakapan emosional ini dalam sejarah Indonesia adalah mantan Presiden Soeharto dan Akbar Tanjung.

Para psikolog mengatakan bahwa keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup akan diraih seseorang jika ia bisa menggabungkan tiga kecerdasan yaitu intelektual (intelligent quotient-IQ), emosional (emotional quotient-EQ), dan spiritual (spiritual quotient-SQ). Kecerdasa intelektual adalah kecerdasan menghadapi persoalan teknikal dan intelektual. Kecerdasan emosional adalah keterampilan membangun relasi sosial dalam lingkungan keluarga, kantor, bisnis maupun sosial. Kecerdasan ini melahirkan iklim dialogis, demokratis, partisipatif dan dewasa. Yang terakhir, kemampuan spiritual adalah kemampuan membarikan makna, motivasi dan tujuan hidup yang di dalamnya ada kekuatan adikodrati (Allah).

Danah Zohar dan Ian Marshall, penulis buku Spiritual Quotient: The Ultimate Intelligent, seperti dikutip oleh Komaruddin Hidayat, mengatakan bahwa tanpa disertai kedalaman spiritual, kepandaian (IQ) dan popularitas (EQ) seseorang tidak akan memberikan keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup.

Model diri yang berhasil dalam hidup adalah mereka yang cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual yaitu mereka yang kualitas intelektualnya baik, mampu berrelasi sosial secara simpatik, inspiring dan motivating serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai spiritual sebagai pandangan hidup.


PENUTUP

Proses transformasi diri manusia dipengaruhi oleh baik tidaknya relasi seseorang dengan dirinya, orang lain, lingkungan sekitar dan juga relasi dengan Allahnya. Karya tulis kecil ini, setidaknya membarikan gambaran bagaimana menumbuhkembangkan diri lewat perbaikan relasi itu.

Perbaikan relasi menajdi semakin penting dan relevan dalam proses tumbuh-kembang diri manusi. Derasnya arus globalisasi, berjubelnya informasi dan semakin pesatnya teknologi canggih (seperti multimedia) dapat mengaburkan dan merusak relasi manusia dengan dirinya, orang lain, lingkungan dan Allahnya. Aneka tawaran berupa kebudayaan, nilai-nilai, perilaku dan informasi berbagai bidang lainnya berdatangan sendiri ke depan mata. Keadaan demikian menuntut kearifan dan kebijaksanaan dalam menyaring dan memilih apa yang positif dan baik serta tegas mengedepankan nilai-nilai dan pandangan hidup yang kita anut dan yakini. Dengan pilihan tersebut diharapkan perbaikan relasi kita tidak terganggu, sehingga proses penumbuhkembangan diri kita dapat berjalan dengan baik dan sehat.


BAHAN ACUAN

Sumber Utama:
Dayringer, R., The Heart of Pastoral Conseling. Healing Through
Relationship, Revised ed. The Haworth Pastoral
Press: New York,. 1998
Eggert, Max, Perfect Counseling, Arrow Books Limited:London, 1996

Fuster, J.M., SJ, Teknik Mendewasakan Diri, Kanisius : Yogyakarta,
1985
Hidayat Komaruddin, Artikelnnya, Jabatan Tinggi, EQ Rendah? dalam
harian umum Kompas, 23 Februari 2005
Sutanto, Limas, Diktat Mata Kuliah Konseling Pastoral, STFT
Widyasasana: Malang, 2002

Sumber lain:

Badudu-Zain, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Sinar harapan: jakarta,
2001
Sudarsono, Drs., S.H., Kamus Konseling, Rineka Cipta: Jakarta, 1997

No comments:

Related Posts with Thumbnails